Menjaga Pakaian Tetap Benar-Benar Bersih: Cara Mensterilkan Mesin Cuci di Ruang Publik
Ketika tinggal di ruang komunal seperti asrama atau kompleks apartemen multifamilia, mengontrol kebersihan ruang laundry bersama bisa menjadi hal yang sulit. Mesin cuci dapat menjadi sarang berbagai bakteri atau bahkan jamur jika tidak dibersihkan dengan benar. Untuk melindungi diri Anda dan pakaian Anda dari kontaminan yang tidak diinginkan ini, penting untuk mengetahui cara mensterilkan mesin-mesin ini dengan benar sebelum menggunakannya. Anda tidak hanya menjaga keamanan diri sendiri dan pakaian Anda, tetapi juga memastikan kebersihan bagi sesama penghuni.
Dalam artikel blog ini, kami akan membahas alasan mengapa penghuni harus mensterilkan mesin cuci mereka serta cara membersihkannya sebelum dan sesudah siklus pencucian.
Mengapa Harus Mensterilkan Mesin Cuci Bersama?
Sangat mudah untuk berasumsi bahwa mesin cuci akan tetap bersih berkat penggunaan detergen secara teratur, tetapi hal itu jauh dari kebenaran—terutama di ruang bersama. Ruang laundry komunal dapat menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri, jamur, dan kapang, khususnya di area yang hangat dan lembap seperti segel pintu, laci detergen, dan selang internal. Bagian-bagian tersembunyi ini dapat memerangkap kelembapan dan menimbulkan bau, dan jika dibiarkan, bahkan dapat menimbulkan risiko kesehatan.
Sebuah artikel dari Popular Science mencatat bahwa mesin cuci dapat menampung segalanya mulai dari bakteri yang resistan terhadap obat hingga patogen berbahaya lainnya. Itulah mengapa menjaga higienitas yang baik di ruang laundry bersama bukan hanya sekadar bentuk kesopanan—ini sangat penting bagi kesehatan dan keselamatan setiap orang yang menggunakannya.
Cara Membersihkan Tabung Mesin Cuci Sebelum Mencuci
Saat Anda hendak memasukkan cucian Anda ke dalam mesin, penting untuk mensterilkan tabung bagian dalam maupun tepi luarnya. Ada dua solusi yang efektif untuk membersihkan bagian dalam tabung sebelum melakukan pencucian.
Metode pertama adalah menggunakan satu cangkir pemutih klorin untuk mendisinfeksi mesin cuci. Sebelum memasukkan pakaian apa pun ke dalam mesin cuci, tambahkan satu cangkir pemutih klorin Anda. Atur mesin cuci ke pengaturan paling panas, lalu jalankan satu siklus lengkap dengan pembilasan jika tersedia. Sebagian besar mesin cuci memiliki pengaturan khusus untuk pembersihan interior, meskipun langkah-langkah ini tetap dapat dilakukan dengan menjalankan siklus air panas biasa. Jika Anda khawatir pakaian Anda akan terkena efek pemutih, jalankan siklus bilas dan peras (rinse and spin) setelah siklus pembersihan awal selesai. Biarkan pintu terbuka agar tabung mengering untuk memastikan sisa pemutih telah hilang.
Jika Anda lebih menyukai alternatif pembersih alami selain pemutih, cuka adalah pilihan kedua yang baik. Architectural Digest menyarankan dalam sebuah artikel bahwa keasaman cuka putih membantu mengurai penumpukan noda yang berlendir. Jalankan siklus air panas yang sama dengan pembilasan, tetapi alih-alih menambahkan pemutih klorin, gantilah dengan dua cangkir cuka putih ke dalam tabung. Cuka tidak hanya membasmi bakteri, tetapi juga memiliki efek menghilangkan bau. Jangan pernah menggunakan pemutih dan cuka secara bersamaan dalam satu larutan pembersih yang sama, karena dapat menghasilkan gas beracun. Setelah menjalankan siklus dengan pemutih atau cuka putih, gunakan kain lembut atau sikat untuk membersihkan sisa-sisa residu.
Praktik Selama Pencucian
Setelah Anda menyelesaikan langkah-langkah pra-sterilisasi, Anda dapat melanjutkan mencuci pakaian seperti biasa. Jika Anda khawatir tentang kontaminasi bakteri pada pakaian Anda, menggunakan cairan sanitizer laundry selama pencucian dapat membantu. Bacalah petunjuk pada sanitizer atau detergen apa pun yang Anda gunakan untuk menentukan kapan dan bagaimana cara menggunakannya guna menjaga kualitas pakaian Anda.
Untuk tips lebih lanjut mengenai rasio detergen, penghilangan noda, dan suhu air, bagian tips dari Automatic Laundry siap membantu Anda.
Langkah Pembersihan Setelah Mencuci
Ketika cucian Anda selesai, seka bagian luar dan dalam mesin dengan tisu antibakteri. Pastikan area tempat air mengumpul dibersihkan, karena area tersebut adalah tempat yang paling memungkinkan bagi jamur, lumut, dan bakteri untuk bersarang. Setelah selesai, biarkan pintu mesin tetap terbuka agar mesin cuci mengering. Proses pengeringan ini mencegah kelembapan berkumpul di celah-celah mesin, sehingga tidak memberi kesempatan bagi bakteri untuk menyebar. Hal ini berlaku juga untuk pengeringan pakaian; pastikan pakaian Anda benar-benar kering sebelum disimpan guna menghentikan penyebaran jamur. Sebuah artikel dari The Spruce merekomendasikan untuk memeriksa pakaian Anda dari benda asing atau noda tertentu untuk menjaga keamanan mesin cuci Anda, seperti kosmetik, pulpen, dan pakaian yang terkena noda bensin.
Saat Anda meninggalkan ruang cuci dan jemur, bersihkan setiap tumpahan air atau sisa detergen dari mesin. Pastikan filter serat (lint filter) sudah bersih dari serat-serat pakaian. Saat membawa pakaian kembali ke unit atau kamar Anda setelah menggunakan fasilitas bersama, gunakan keranjang baju yang bersih dan kering untuk mencegah penyebaran bakteri. Sebelum dan sesudah menggunakan fasilitas bersama, pastikan tangan Anda sudah bersih dan disanitasi. Semua faktor kecil dalam rutinitas pekerjaan rumah ini memberikan perbedaan besar dalam menjaga kebersihan ruang laundry bersama secara berkelanjutan.
Kesimpulan
Saat berbagi ruang komunal dengan orang lain di komunitas Anda, penting untuk bersikap tenggang rasa dan mempraktikkan etika yang benar. Sebagai aturan mendasar, tinggalkan ruang yang Anda gunakan dalam keadaan lebih bersih daripada saat Anda menemukannya. Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan sesama penghuni, praktikkan langkah-langkah kebersihan ini dan jaga ruang laundry Anda tetap higienis. Hubungi Automatic Laundry hari ini untuk bantuan apa pun di ruang laundry Anda, dan konsultasikan tips pembersihan kami untuk bantuan lebih lanjut dalam menjaga pakaian Anda tetap bersih sempurna!